Di Poting dari STRIKE MAN !
Malam Jum’at Kliwon
Pada malam itu, tepatnya malam Jumat kliwon, sepasang best friend forever Naruto dan Sasuke pulang larut malam (nyaris jam 12 malam) karena ada beberapa tugas dari tuan Hokage kelima. Biasanya mereka pulang lewat jalan biasa, tapi kali ini entah mengapa Sasuke pengen nyoba pulang lewat jalan yang luar biasa.
“Naruto, kita pulang lewat jalan situ yok?” ajak Sasuke.
“Eh? Ngapai lewat jalan itu? Kan malam-malam gini kan bahaya kan?” wajah Naruto yang tadinya kesal namun agak ngantuk jadi berubah. Sasuke tersenyum dalam hati. Khuhuhuhuhu… akan kubuktikan kalau dia sebenarnya penakut…
“Kau ngomong nggak usah banyak pake imbuhan ‘kan’. Pusing aku dengarnya. Udah deh, nggak apa-apa. Kita lewat jalan ini saja. Kan kita belum pernah lewat sini pada malam hari, bah!” ajak Sasuke dengan nada agak memaksa.
“Ah! Nggak ah, nggak mau aku. Jalan ini angker. Aku nggak mau, bah!” Naruto mencoba menolak ajakan sahabatnya itu.
“Kenapa? Takut? Udah deh nggak apa-apa, ikut aku aja! Ini pasti akan jadi perjalanan pulang yang menyenangkan!” paksa Sasuke dan menyeretnya biar mau pulang lewat jalan itu walaupun yang diseret Sasuke nolak mentah-mentah… dalam hati.
Uhk, Sasuke! Damn it! Nggak mungkin aku bilang ke dia kalau aku takut… batin Naruto dalam hati.
Mau tak mau harus mau, Naruto pun mengikuti ajakan Sasuke. Ya… daripada dipaksa pakai hipnotis, ikut aja deh… tapi… aku takyuuuut… batin Naruto.
Naruto jalan disamping Sasuke sambil celingak celinguk ketakutan. Tapi Naruto mencoba menyembunyikan ketakutannya itu.
Kresek… kresek..
Tiba-tiba Naruto mendengar suara dari balik semak-semak. Kontan dia loncat ketakutan dan sembunyi dibalik Sasuke. Sasuke-nya… biasa aja tuh.
“Apa itu?!” tanya Naru nyaris teriak. Terus Sasuke dengan baik hati melempar kunai kearah semak-semak itu. (Masa’ ngelempar kunai dibilang baik hati?)
Jleb! Nggak kena.
Seekor tikus lari kebirit-birit keluar dari semak-semak itu menuju semak-semak lainnya.
“Oh, cuma tikus toh? Hahahahaha…” kata Naru sambil ketawa garing nyembunyiin rasa takutnya. Sasuke menyipitkan matanya beserta mendesah dan membatin, Hhh… anak ini benar-benar penakut rupanya…
Lalu mereka melanjutkan perjalanan. Baru 2 menit mereka jalan, mereka di sabotase lagi sama kelelawar yang tiba-tiba terbang ngerubungi mereka.
“Waaa, pergi kau kelelawar!! Syuh! Syuh!” teriak Naruto. Sementara Sasuke dengan gampangnya mengusir mereka dengan Chidori. (Maksudnya sekalian dibasmi… mengerikan… entah berapa korban yang gugur dalam peperangan ini…)
Setelah berperang melawan kelelawar, mereka melanjutkan perjalanan lagi.
Setelah beberapa lama mereka berjalan, mereka melewati perkampungan orang mati alias kuburan. Naruto jadi tambah takut, namun ia menyemangati dirinya supaya nggak takut. Hah, aku, Uzumaki Naruto, yang bakalan jadi hokage keenam, nggak takut dengan apapun! Termasuk hantu, dattebayo!!
“Eh, eh, Naruto. Itu kayaknya ada cewek deh,” kata Sasuke.
“Hah? Mana?” Naruto celingak celinguk nyari cewek yang dimaksud Sasuke.
“Itu, yang pake baju putih dan berambut pink… panjang,” Sasuke menunjuk ke arah cewek yang lagi duduk rileks di dekat batu nisan.
“Oh, itukan Sakura-chan!” kata Naruto spontan dan dia menghampiri cewek yang ditunjuk Sasuke itu. Wah, wah, sepertinya rasa takut Naruto sudah hilang.
“Eh… tunggu, itu…” Sasuke nggak sempat melanjutkan kata-katanya karena Naruto udah keburu nyamperin cewek itu.
“Hoi, Sakura-chan! Ngapai disini?” tanya Naruto pada cewek itu.
“Eh, ah… aku… aku lagi nyari sesuatu. Ada lihat tangan kiri aku nggak?” tanya cewek itu bingung.
“Hah…? Tangan kiri…? Apa maksudmu Sakura-chan?” Naruto tanya balik ke cewek itu dengan bloonnya.
“Iya, tangan kiri aku tadi disini,” kata cewek itu yakin 100 sambil nunjuk ke samping tempat dia duduk rileks.
“Woi! Naruto!” teriak Sasuke sambil lari nyamperin Naruto dan cewek itu.
“Oi, Sasuke!” balas Naruto. “Eh, Sakura-chan kok aneh nih?” tanya Naruto pada Sasuke. “Katanya dia nyari tangan kirinya…”
Hhh… udah kuduga… batin Sasuke. “Hoi, Naru sini dulu, aku mau bicara bentar! Bentar ya!” kata Sasuke lalu narik tangan Naruto dan menjauh dari cewek itu.
“Heh, kau ini bodoh, bloon, atau idiot sih?!” tanya Sasuke.
“Semuanya, memang kenapa?” (Lha? Naruto kok ngaku gitu? Duh gawat... author bakalan ditimpuk fangirl Naruto nih...)
“Kau tau nggak dia itu tadi siapa?” Sasuke berbisik pada Naruto.
“Tadi? Tadi kan Sakura-chan. Gimana sih kau ini Sasuke?! Masa’ nggak kenal sama teman se-team sendiri?” Naruto menjawab dengan keyakinan 100%.
“Bukan! Itu bukan Sakura! Kau yang tidak kenal mana Sakura mana… kuntilanak!” kata Sasuke.
“Nggak mungkin! Mukanya kan mirip Sakura, dan rambutnya pink kayak Sakura dan…”
“Coba kau balik badan!” perintah Sasuke.
“Hah?” Naruto membalikkan badannya. Dan ia melihat… cewek itu tersenyum sambil melambaikan tangan kanannya yang jari kukunya lumayan panjang dan… terbang menghilang… (Hiiiii… atuuut…)
(sfx suara kuntilanak: hihihihihihihi…)
Seketika Naruto nelan ludah, keringat dingin, mukanya pucat pasi, merinding bulu jaketku…. (hehe, salah satu lirik lagu Malam Jumat Kliwon…)
“Ha… ha… ha… HANTUUU!!” treak Naruto dan lari sekencang-kencangnya ninggalin Sasuke ditempat. Sasuke pun merasa takut. Astaganaganaganganaga… ternyata aku takut juga… hiiii… syerem… lalu ia berlari mengejar Naruto.
“Hosh…hosh…hosh… capek… hosh… lari… hosh…” Naruto ngos-ngosan.
“Aku juga capek ngejer kau… hosh… hosh… hosh…” Sasuke juga ngos-ngosan.
“Kayaknya kau ketakutan, Sasu… hosh… hosh…”
“Kau juga,Naru! Bahkan lebih parah! Hosh… hosh…”
Setelah duduk dan beristirahat sebentar dibawah pohon nggak jelas (malam-malam kan gelap, jadi nggak jelas apa spesies pohon itu… bweh, biologi masuk fanfic…) mereka hendak melanjutkan perjalanan. Namun baru saja Sasuke berdiri Naruto nanya.
“Sasuke, kita dimana nih? Kok rasanya tempatnya asing…”
“Heh?” Sasuke menoleh kebelakang, samping, depan, atas, bawah, dalam (Hah??), baru Sasuke ikutan nyadar juga. “Heh, Naruto, dimana kita nih? Kan kau yang menuntunku lari kesini!”
“Aku?! Nggak kali ye! Kan kau yang ngikutin aku sampe kesini,dodol!” bantah Naruto habis-habisan.
“Heh, kalaupun aku nggak ikut kau akupun nggak masalah! Aku bisa jaga diri! Kalo kau? Bisa mati kau disini!” Sasuke membela diri.
“Eh! Enak aja kau bilang! Aku lebih hebat dari kau, tolol! Aku bisa keluar dari tempat aneh ini dengan selamat sentosa dan sejahtera!”
“Ah! Terserah kau lah! Aku nggak peduli,” kata Sasuke marah. Lalu ia berjalan meninggalkan Naruto.
Naruto yang ditinggalkan Sasuke langsung ketakutan. Gelap, ada hantu, ada… hiiiii… atut! Naru lalu berlari menyusul Sasuke. “Heh, hei! Sasuke! Tunggu, bodoh!”
“Kau yang bodoh,” kata Sasuke tenang. Sialan, gara-gara Kyuubi bodoh itu aku jadi kesasar sampe ke hutan rimba gini… ergh! batinnya geram.
Dan mereka berjalan lagi, nyari jalan keluar dari hutan rimba yang aneh ini.
Baru lima menit mereka berjalan, tiba-tiba mereka mendengar suara cekikian dan tawa nan gaib dari suatu tempat. Naru spontan pucat pasi lagi dan merinding… hiiii…
“S… sa…Sasuke… s…s…suara apa itu…??”
“Nggak tau…”
Sasuke celingak celinguk nyari sumber suara itu, bahkan pakai Sharingan walaupun batrenya udah mau soak (Hah? Emangnya Sharingan itu apaan kok sampe pake batre segala? Author gendeng!). Dapat! Di balik pohon-pohon bambu itu! Sasuke yang penasaran pun berjalan kesana. Sasuke dan Naruto (yang terpaksa diseret Sasuke) mendatangi tempat itu, dan disitu ada…
“Jeb ajeb ajeb… ajeb ajeb…Jeb.. ajeb jeb .. DJ! Mainkan musik lebih keras lagiii!!” teriak salah satu peserta disitu yang lagi geleng-geleng, dugem… (Emangnya hantu bisa dugem? Nggak bisa? Bisa-bisain aja lah…)
“Ramaikan pesta besar ini!! Yay!” teriak hantu cewek alias kuntilanak berambut pirang (Hah? Memangnya ada? Ada-adain aja lah…)
Si DJ yang tak lain tak bukan adalah Dewa Janshin-nya Hidan memainkan musik yang lebih ajeb-ajeb lagi. Sasuke dan Naruto yang berdiri tegak terdiam dan mematung itu HAL 5 memandang pemandangan aneh itu dengan heran, takjub namun aneh, sekaligus bengong.
Rupanya ini tempat setan berpesta pora ya…? Ya ampyuun… nggak nyangka… kupikir mereka cuma bisa nakutin orang aja, ternyata bisa ajeb-ajeb seheboh ini… batin Naruto dan Sasuke bersamaan.
“Hei! Hiks… ada tamu tuh… hiks! Orang mana lo, hiks?” tanya hantu gendut mengerikan yang lagi mabok yang nggak lain nggak bukan adalah oom gunduruwo yang juga lagi ditemani kuntilanak-kuntilanak sok cantik.
“Mana om?” tanya salah satu kunti yang lagi godain om gun. (singkat aja ya…)
“Itu… hiks! Hei, sini kalian! Hiks!” panggil om gun pada NaruSasu. Keringat dingin bercucur deras dibadan Naruto dan Sasuke. Bahkan Naruto pengen pipis di celana… (Ancur… ancur…)
Hiiiii… makhluk apa itu…? pikir NaruSasu bersamaan. Tiga detik kemudian mereka berdua lari kebirit-birit ninggalin party-nya setan-setan hutan itu.
“Hah? Aneh, diajak pesta kok malah lari. Dasar
Selasa, 07 Juli 2009
Langganan:
Komentar (Atom)